Kamis, 12 Januari 2012

MAKALAH KOMUNIKASI MASSA 2011




MAKALAH KOMUNIKASI MASSA

                                   


NAMA KELOMPOK :
1.      Izzatika Rizki Kurniasari                  (20110530142)
2.      Hanifah Dharmastuti                        (20110530157)
3.      Luthfi Rahman Hakim         (20110530158)
4.      Prasida Yogi Iswara                       (20110530155)
5.      Azhar Hamidi                                 (20110530145)
6.      Sutan Fauzansyah                           (20110530133)



UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2011/2012




        BAB I
PENDAHULUAN

        I.            Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat manusia untuk mengatasi berbagai hambatan dalam berkomunikasi. Khalayak dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh dunia jauh lebih cepat, bahkan sering kali khalayak lebih dahulu mengetahui apa yang terjadi jauh di luar negeri daripada di dalam negeri.Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).

     II.            Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
a.       Pengertian Komunikasi Massa
b.      Ciri-ciri komunikasi massa
c.       Effect komunikasi masa terhadap individu
d.      Teori Komunikasi Massa
e.       Peran dan Fungsi Komunikasi Massa

   III.            Tujuan

a.       Untuk mengetahui arti pentingnya komunikasi massa di zaman sekarang
b.      Untuk menambah wawasan pembaca mengenai komunikasi massa
c.       Sebagai wadah pembelajaran bagi pembaca
d.      Sebagai tolak ukur kita untuk memahami komunikasi massa
e.       Untuk memenuhi tugas akhir kami












BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).
Ciri-ciri komunikasi massa :
  1. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.
  2. Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana
  3. Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan
  4. Ada pengaruh yang dikehendaki
  5. Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media  dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.
  6. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
Efek komunikasi masa
  1. Berdasarkan teorinya, efek komunikasi masa dibedakan menjadi tiga macam efek, yaitu efek terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan.
Effect komunikasi masa terhadap individu
Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki efek-efek berikut terhadap individu:
a.       Efek ekonomis: menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh: dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan)
b.      Efek sosial: menunjukkan status (contoh: seseorang kadang-kadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar pos kota memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas.
c.       Efek kebudayaan :menghasilakan pendapat tentang beragam nilai budaya yang terkandung dan menghasilakan perbedaan pendapat karena beragamnya
TEORI KOMUNIKASI                                                                                
  1. Tunner (1998), teori adalah cerita tentang bagaimana dan mengapa itu terjadi.
  2. Bowers dan Courtright ( 1984 ),teori adalah seperangkat pernyataan yang menyatakan hubungan antar variabel.
  3. Bailey(1982)teori itu adalah penjelasan dan pemprediksian fenomena sosial yang berhubungan dengan subjek ketertarikan kepada beberapa fenomena yang lain.
Beberapa jenis dari teori-teori komunikasi massa menurut Dennis McQuail ( 1987 ) :
Teori ilmu pengetahuan sosial :
Teori ini berdasarkan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan sifat dasar, cara kerja, dan pengaruh komunikasi massa yang bersumber dari observasi (peninjauan) sistematis yang sedapat mungkin diupayakan bersifat objektif.
Contohnya, teori yang menerangkan hubungan antara televisi dengan perilaku agresif.
Teori normatif :
Teori ini berkenaan dengan masalah bagaimana seharusnya media berperan ketika serangkaian nilai sosial ingin diterapkan dan dicapai sesuai dengan sifat dasar nilai-nilai sosial tersebut.
Teori praktis :
Teori ini merupakan pengetahuan dan gagasan  yang dimiliki setiap orang dengan begitu saja atau melalui pengalaman langsung dengan masyarakat. Setiap pembaca surat kabar atau penonton televisi mempunyai teori sendiri (artinya mempunyai seperangkat pengetahuan) tentang media tersebut
Teori akal sehat :
Teori ini menyuguhkan penuntun tentang tujuan media, cara kerja yang seharusnya diharapkan agar seirama dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sosial yang sifatnya lebih abstrak, serta cara-cara pencapaian beberapa sasaran tertentu.
Sementara itu, Stanley J. Baran dan Dennis K. Davis ( 2003 ) menambahkan jenis teori dalam perkembangan baru ilmu sosial, yakni teori kritis ( critical theory ).
Teori ini tertarik untuk membahas ketidaksamaan dan ketertindasan  ( akibat sistem ). Teori kritis tidak terus-menerus mengobservasi, tetapi yang lebih penting adalah mengkritik.
Hypodermic Needle Theory( Teori peluru )
Teori ini Mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa, dan komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa.

Cultivation Theory (Teori kultivasi)
Gerbner berpendapat bahwa media massa menanamkan sikap dan nilai tertentu. Media pun kemudian memelihara dan menyebarkan sikap dan nilai itu antaranggota masyarakat kemudian mengikatnya bersama-sama pula.

Cultural Imperialism Theory
Teori imperialisme budaya menyatakan bahwa negara Barat mendominasi media di seluruh dunia. Alasannya, media Barat mempunyai efek yang kuat untuk mempengaruhi media di dunia.

Media Equation Theory
Menurut asumsi teori ini, media diibaratkan manusia. Teori ini memperhatikan bahwa media juga bisa diajak berbicara. Media bisa menjadi lawan bicara individu seperti dalam komunikasi interpersonal yang melibatkan dua orang dalam situasi face to face.

Spiral of Silence Theory
Secara ringkas teori ini ingin menjawab pertanyaan, mengapa orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa perlu menyembunyikan “ sesuatu “ nya ketika berada dalam kelompok mayoritas.
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan memperlancar atau malah mencegah perubahan memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada .
Peran dan Fungsi Komunikasi Massa

Memberi informasi Mendidik Menghibur Kegiatan penyelidikan Kegiatan mengkorelasikan Kegiatan transmisi kultural Agenda Setting Penghubung antar kelompok dalam masyarakat Mempengaruhi

Fungsi Komunikasi Massa :
Bagi Masyarakat :
a.        Surveillance (pengawasan)
b.       Warning before surveillanceè (pengawasan peringatan) cth. Flu Babi
c.        Instrumental surveillance (pengawasanè instrumental) cth. Resep Masakan
d.      Media Massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linfkage  minat yang samaà
e.       Transmission of values (penyebaran nilai-nilai)
f.         Entertainment (hiburan)                 
Bagi Individu
1. Fungsi Informasi
2. Fungsi Pendidikan
3. Fungsi Mempengaruhi
4. Fungsi Proses Pengembangan Mental
5. Fungsi Adaptasi Lingkungan
6. Fungsi Manipulasi Lingkungan
7. Fungsi Meyakinkan
8.  Fungsi Membius
9.  Fungsi Menciptakan Rasa  Persatuan
10. Fungsi Mempropaganda pemikiran





 




















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi massa adalah suatu proses mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar dengan bantuan satu atau lebih mesin (MEDIA MASSA) dan diterima secara serentak dan sesaat.
Saran
Komunikasi massa  sangatlah penting di zaman sekarang karena semua telah berpedoman pada teknologi canggih pada abad ini,perlu diketahui dunia sekarang telah dikuasai teknologi kita juga harus memahami itu.


Daftar pustaka
www.google.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar